• News

  • Peristiwa

Polisi Naikkan Status Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Petamburan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus,
Istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus,

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polda Metro Jaya menaikkan status dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada kerumunan massa di Petamburan dari penyelidikan ke penyidikan.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (26/11/2020). Dikatakan Yusri peningkatan status kasus tersebut, diambil setelah penyidik melakukan gelar perkara pada hari ini. 

"Dari hasil gelar perkara sudah dianggap cukup untuk dinaikkan ke tingkat penyidikan," katanya di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2020).

Diberitakan sebelumnya, pada tanggal 14 November 2020 lalu, FPI menyelenggarakan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Kedua kegiatan tersebut berdampak pada terjadinya kerumunan massa yang diduga telah melanggar protokol kesehatan disaat Pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, kasus ini naik ke penyidikan karena ditemukan ada unsur pidana sesuai yang dipersangkakan pada pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan saat ini penyidik tengah menyusun rencana pemanggilan saksi untuk melengkapi berkas perkara. 

Selain itu, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti yang terkait dengan peristiwa kerumunan tersebut. 

Untuk diketahui, untuk kasus ini penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meminta klarifikasi dari 19 orang, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Ahmad Riza Patria.

Proses penyelidikan bermula dari pemanggilan Anies selaku Gubernur DKI Jakarta untuk diklarifikasi. Selain Anies, sejumlah jajaran Pemprov DKI Jakarta juga dimintai klarifikasi.

Sejumlah kalangan, terutama pakar hukum tatanegara sebelumnya mengatakan, kasus kerumunan di Petamburan tidak bisa dijerat dengan UU Kekarantinaan Kesehatan, karena yang diberlakukan di Jakarta saat ini terkait adanya pandemi Covid-19 adalah PSBB, bukan karantina.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati