• News

  • Peristiwa

Hari Ini DPR Gelar Paripurna Hak Angket KPK

Gedung DPR (Netralnews.com/Dominikus Lewuk)
Gedung DPR (Netralnews.com/Dominikus Lewuk)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  DPR hari ini Jumat (28/4/2017) menggelar rapat paripurna untuk membahas hak angket terhadap KPK untuk mendesak membuka rekaman BAP Miryam Haryani.

Rapat paripurna sejatinya adalah untuk pembacaan pidato penutupan masa sidang IV tahun 2016-2017. Agendanya lalu ditambah dengan pembahasan hak angket yang diusulkan anggota Komisi III DPR sebelumnya.

"Mekanisme bisa dua, langsung tanggapan anggota atau pengambilan keputusan ditunda, yang penting dibaca dulu sebagai usulan," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Lanjut politisi PKS ini, bahwa hingga harin ini, fraksi yang tegas menyampaikan penolakan terhadap angket KPK adalah Gerindra, PKB, dan Demokrat. Gerindra beralasan bahwa KPK tidak boleh diganggu dalam mengusut suatu kasus. PKB menolak angket KPK karena hanya pengadilan yang berhak memerintahkan membuka rekaman BAP. Demokrat diperintahkan SBY untuk menolak angket KPK karena itu bisa melemahkan KPK.

Fraksi yang membebaskan pilihan anggotanya adalah PAN, PPP, PDIP, dan Golkar. PKS dan NasDem belum mengambil keputusan. Sedangkan, Hanura menyatakan mendukung hak angket KPK untuk mengetahui penekan Miryam yang merupakan kadernya.

Sedangkan di sisi lain,  manuver para anggota dewan untuk menggulirkan angket KPK ini mendapat kritikan. Para pendukung angket KPK dianggap ketakutan dan tidak ingin kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun dibongkar tuntas.

"Partai yang mendukung angket sama saja artinya menginginkan kasus e-KTP tidak diungkap tuntas," tegas peneliti ICW, Donal Fariz saat dihubungi, Kamis (27/4/2017).

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi