• News

  • Peristiwa

390 Pegawai Kemendikbud Terima Penghargaan Satyalancana Karya Satya

Mendikbud memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya (Netralnews/Martina Rosa)
Mendikbud memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya (Netralnews/Martina Rosa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy menyerahkan tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan diserahkan Mendikbud Muhadjir kepada 390 orang pegawai Kemendikbud dari unit kerja pusat dan daerah.

Satyalencana Karya Satya adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun secara terus-menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian. Diharapkan, dengan penghargaan yang diberikan dapat dijadikan sebagai teladan bagi setiap pegawai lainnya.

Dalam pidato singkatnya, Mendikbud Muhadjir mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus bekerja keras dalam melayani dan cermat dalam mengerjakan semua tugas yang dipercayakan pada guru.

"Kita harus yakin dengan penuh keikhlasan, cermat dan cepat. Semua insyaallah jadi amal baik dan sholeh, menerima balasan setimpal dari Allah," kata Mendikbud saat Upacara Peringatan Hardiknas di Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan , Selasa (2/5/2017).

Untuk diketahui, penghargaan ini terbagi dalam 3 kategori yaitu Satyalancana Karya Satya 10 tahun, Satyalancana Karya Satya 20 tahun dan Satyalancana Karya Satya 30 tahun. Menurut data Biro Kepegawaian Kemendikbud, para penerima penghargaan meliputi sejumlah 66 pegawai penerima Satyalancana Karya Satya 30 tahun sejumlah 80 orang, penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun dan sebanyak 68 orang penerima Satyalancana Karya Satya 10 tahun.

"Semangat bekerja. Kalau selesai tugas satu, kerjakan tugas lain dan minta pertolongan Tuhan. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2017," ujar Muhadjir.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang