• News

  • Peristiwa

Peneliti Kemendikbud: Guru Belum Mampu Buat Soal Sesuai Kaidah

Ujian Nasional (Smart Ekselensia Indonesia)
Ujian Nasional (Smart Ekselensia Indonesia)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peneliti Madya Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Mahdiansyah MA mengatakan, menurut hasil penelitian yang pihaknya lakukan menunjukkan, guru belum mampu membuat soal sesuai kaidah pembuatan soal yang diatur oleh Kemendikbud.

"Soal belum menyentuh kaidah pembuatan soal, sehingga perlu penguatan kompetensi guru," kata Dr Mahdiansyah dalam acara Seminar Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Selasa (23/5/2017).

Peningkatan kompetensi guru dinilai penting, terutama dalam memasuki era reformasi kurikulum 2013. Dalam kompetensi 2013, sistem penilaian guru juga memiliki peran yang dikatakan saling berkaitan. Yakni dengan adanya penilaian kelas oleh guru dan penilaian satuan pendidikan oleh pemerintah.

"Semua komponen terkait. Penilaian kelas untuk formatif tetapi juga mendiagnosik, tapi ditemui di enam kota (yang tidak disebutkan), mereka tidak sempat melakukan pengayaan soal, sehingga hasil penilaian melihat dari kemajuan siswa, bukan dari perbaikan hasil belajar," jelas Mahdiansyah.

Sedangkan penilaian pemerintah sendiri dikatakan berada pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Meski tidak menjadi penentu kelulusan, namun dalam proses pembelajaran dikatakan tetap berada pada tanggung jawab satuan pendidikan.

"Menurut kajian, guru belum memiliki kompetensi buat soal-soal penilaian tersebut. Sehingga guru perlu menguatkan penilaian dengan mengembangkannya di pelaksanaan Ujian Sekolah (US)" kata Mahdiansyah.

Maka dari itu, Mahdiansyah memberikan dua solusi yakni, dengan sistem penilaian yang belum optimal, maka harus ada penguatan di pihak sekolah. Selain itu melatih konten konsep penilaian pada daerah yang memerlukan.

"Panduan juga lebih baik di bagikan melalui internet dan perlu ad bank soal, koordninasi antara provinsi dan guru," pesan Mahdiansyah.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang