• News

  • Peristiwa

Angin Kencang di Selat Bali Diprediksi hingga Agustus

Angin kencang di Selat Bali diperkirakan hingga Agustus (YouTube)
Angin kencang di Selat Bali diperkirakan hingga Agustus (YouTube)

NEGARA, NETRALNEWS.COM - BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana memprediksi, potensi angin kencang di Selat Bali dan sekitarnya akan terjadi sampai bulan Agustus mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetya, saat dikonfirmasi Jumat (2/6/2017), terkait angin kencang di Selat Bali yang menyebabkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Prathita IV dihantam ombak dan kendaraan yang diangkutnya terbalik.

"Saat ini angin dari arah Australia menguat, atau yang oleh nelayan tradisional disebut musim timuran. Pada musim seperti sekarang, potensi munculnya angin kencang di laut cukup besar," katanya.

Ia mengatakan, angin kencang tersebut biasanya muncul memasuki siang hari dan akan berlangsung hingga malam hari, sementara pada dinihari hingga pagi hari relatif mereda.

Saat ditemui pada pukul 11.00 wita, peralatan di BMKG menunjukkan kecepatan angin di Selat Bali mencapai 10 sampai 15 knot, dengan prediksi tinggi gelombang 0,75 centimeter hingga dua meter.

"Ada kecenderungan peningkatan kecepatan angin disertai gelombang dibandingkan tadi pagi. Biasanya situasi seperti ini akan berlangsung hingga bulan Agustus," katanya.

Meskipun diprediksi akan berlangsung hingga Agustus, ia mengatakan, angin kencang sebagai dampak dari musim timuran ini bisa saja tidak terjadi setiap hari, namun tetap harus diwaspadai oleh kapal maupun perahu nelayan yang beroperasi di Selat Bali dan sekitarnya.

Ia mengaku, rencananya prediksi kecepatan angin di Selat Bali yang berdampak pada ketinggian gelombang, akan pihaknya sampaikan dalam rapat koordinasi dengan institusi terkait yang membahas arus mudik lebaran.

"Kami juga siap memberikan hasil pengamatan terbaru terkait kondisi angin di Selat Bali. Intinya BMKG Stasiun Klimatologi Jembrana siap bekerja sama untuk antisipasi keamanan pelayaran di Selat Bali," katanya.

Sebelumnya, Kamis (1/6), karena mengalami masalah pada kemudi ditambah hempasan angin kencang dan ombak, sedikitnya enam kendaraan yang diangkut KMP Prathita IV rusak berat dan ringan karena terbalik.

Enam kendaraan tersebut masing-masing satu unit sepeda motor, satu unit kendaraan pribadi, tiga unit truk sedang dan satu unik tronton, diangkut dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

"Musibah ini murni karena cuaca buruk yang mendadak terjadi di Selat Bali," kata Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Ketapang atau Syahbandar Ketapang Isprianto.

Angin kencang disertai arus yang deras juga menyebabkan KMP Karya Maritim III terseret arus dan kandas saat akan bertolak dari dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jumat siang.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara