• News

  • Peristiwa

MUI Imbau Kemendikbud Kaji Ulang Kebijakan Sekolah Lima Hari

MUI imbau Kemendikbud kaji ulang sekolah lima hari. (Ilustrasi: Keuangan Syariaha)
MUI imbau Kemendikbud kaji ulang sekolah lima hari. (Ilustrasi: Keuangan Syariaha)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) menilai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menetapkan sekolah lima hari memiliki tujuannya yang baik. Namun perlu dipikirkan ulang, apakah semua sekolah memiliki sarana pendukung untuk terciptanya sebuah proses pendidikan yang baik. Seperti sarana untuk ibadah, olah raga, laboratorium, tempat bermain dan istirahat yang nyaman bagi pelajar, serta kantin yang sehat dan layak. 

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah tersedianya jumlah pengajar yang cukup. Jika tidak ada sarana pendukung yang memadai dan pengajar yang cukup, alih-alih dapat terbangun suasana kegiatan belajar mengajar yang kondusif, anak didik bisa belajar dengan tenang, senang dan nyaman selama delapan jam. Justru yang terjadi adalah anak didik akan menjadi jemu dan stres. 

" MUI meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut," kata Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi dalam siaran pers yang redaksi terima, Minggu (11/6/2017).

Zainut mengatakan, setidaknya kebijakan tersebut diberlakukan secara bertahap, selektif dan dengan persyaratan yang ketat. Misalnya hanya diberlakukan bagi sekolah yang sudah memiliki sarana pendukung yang memadai. Sedangkan  bagi sekolah yang belum memiliki sarana pendukung tidak atau belum diwajibkan. Serta kebijakan tersebut tidak diberlakukan untuk semua daerah dengan tujuan untuk menghormati nilai-nilai kearifan lokal. 

"Jadi daerah diberikan opsi untuk mengikuti program pendidikan dari pemerintah, juga diberikan hak untuk menyelenggarakan pendidikan sebagaimana yang selama ini sudah berjalan di masyarakat," kata Zainut.

Pasalnya, kata Zainut, dengan diberlakukannya pendidikan selama delapan jam sehari dapat dipastikan pendidikan dengan model madrasah akan gulung tikar. Padahal keberadaannya masih sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani