• News

  • Peristiwa

Staf Ahli Kemendikbud: Pendidikan Karakter Memang Harus Ditempuh

Persaingan global menuntut inovasi dalam pendidikan (Foto: en.apa.az)
Persaingan global menuntut inovasi dalam pendidikan (Foto: en.apa.az)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Staf Ahli Bidang Pembangunan Karakter Arie Budiman mengatakan, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan program yang harus ditempuh untuk mendidik anak-anak Indonesia mampu bersaing di kehidupan masa yang akan datang.

Menurut Arie, PPK merupakan program yang diupayakan Kemendikbud merespon masa depan, dunia digital serta tantangan yang semakin kompleks. Sehingga bagi Arie, perlu dilakukan reformasi sekolah untuk kondisi yang lebih baik. Diakui Arie, PPK merupakan "barang" lama, dimana yang menjadi penting adalah esensi PPK bukan lagi mata pelajaran.

"PPK merupakan aktualisasi nilai Pancasila. Pilar revolusi mental dan sesuai untuk masa depan dan kearifan lokal bangsa Indonesia," kata Arie dalam Diskusi Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Bersama Media Massa di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (14/6/2017).

Dikatakan Arie terdapat lima nilai utama diterapkannya PPK yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas. Dengan menyadari keberagaman juga, maka perumusan nilai-nilai diserahkan pada sekolah sesuai budaya dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kekhasan PPK adalah kemampuan integrasi dari intrakulikuler, kokulikuler, ekstrakulikuler dan non kulikuler. Sehingga, jika diakumulasikan membutuhkan waktu lima hingga delapan jam pada proses pendidikannya," kata Arie.

Arie juga lebih lanjut menegaskan, PPK dengan proses belajar sekolah lima hari, bukan berarti peserta didik dikungkung dalam kelas saja, melainkan juga dapat belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Maka dari itu, Arie mendorong guru mampu kreatif dalam mencari sumber-sumber belajar di sekolah dan luar sekolah.

"Selama ini sekolah hanya berpikir SDM, padahal di luar sekolah banyak sumber belajar yang tidak terbatas dan ada di setiap daerah," ujar Arie.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang