• News

  • Peristiwa

Online Setengah Hati, Orang Tua Keluhkan Sistem Pendaftaran Sekolah

Suasana antrean pendaftaran di sebuah sekolah menengah di Jakarta. (Dok: Netralnews)
Suasana antrean pendaftaran di sebuah sekolah menengah di Jakarta. (Dok: Netralnews)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pengumuman kelulusan sekolah  baru saja  usai.  Saat ini bahkan tengah berlangsung pendaftaran dengan sistem online mulai dari masuk ke sekolah dasar hingga sekolah menegah atas.

Namun apa yang terjadi? Banyak orang tua mengeluhkan sistem online yang diterapkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Bayangkan, setelah dinyatakan lulus oleh sekolah, murid harus membawa berkas dokumen yang berbeda-beda syaratnya oleh sekolah penerima.

Fitri ibu dari anak bernama Halim yang mendaftar di SMP 44 Jakarta Timur  mengatakan, untuk mendaftar ke sekolah tersebut, siswa harus membawa fotokopi rapor dari kelas 4 hingga kelas 6 yang sudah dilegalisir sekolah dasarnya. Sementara syarat di SMP 97 lebih praktis lagi, yakn siswa cukup membawa fotokopi NEM, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran serta kartu peserta ujian.

“Saya capek harus bolak balik ke sekolah SD karena rapor harus dilegalisir sekolah. Untung saya piak sekolah belum libur jadi masih bisa minta data rapor dan legalisir, “ ujar Tety pada Netralnews, Kamis (15/06/2017).

Setelah berkas masuk ke sekolah tujuan, siswa masih harus menunggu lagi untuk mendapatkan token. Nomor pin atau token inilah yang nantinya digunakan untuk mendaftar secara online dengan beberapa pilihan sekolah yang dituju siswa.

Maysaroh, mengeluhkan sistem pendaftaran di sekolah tujuan yang serversnya rusak. Dia sudah mengantre sejak pukul 7.30, namun hingga pukul 14.00 token yang dijanjikan pihak sekolah belum selesai juga. 

Ungkapan serupa dikeluhkan Rani yang mendaftar anaknya di sekolah 232 Rawamangun. Server tidak bisa bekerja dengan baik sehingga pembagian token tertunda. “Saya datang pagi sekolah masih kosong,. Tapi begitu menunggu token, kata pihak sekolah serversnya drop dan baru sore tokennya keluar.”

Belum lagi Vivi (nama samaran), yang mendaftar anaknya di salah satu SMP di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur harus menunggu token sampai dua hari. Ketika mendaftar hari pertama, pihak sekolah menjanjikan token akan keluar pada siang hari. Namun begitu kembali ke sekolah pada pukul 15.30 token belun juga keluar. Pihak sekolah menjajikan lagi kembali hari Jumat pukul 11.00. “Serversnya drop silakan ibu datang lagi nanti siang mulai pukul 14.00 hingga 16.000”, ujar Vivi menirukan pengumuman dari pihak sekolah kemarin. 

Setelah dikonfirmasi ke sekolah tersebut pihak sekolah mengatakan token baru bisa diambil hari Jumat pukul 11.00. Hingga berita ini diturunkan token belum didapat

Menurut Vivi, sistem online saat ini setengah hati. Orang tua repot mendaftar cara manual ke sekolah yang dituju. Begitu berkas masuk, orang tua harus menunggu mendapatkan token. Setelah token diterima baru bisa input data memilih sekolah yang dituju.

“Kenapa sih gak online penuh aja. Mulai dari sekolah asal, gak perlu daftar kasih berkas ke sekolah yang dituju. Toh nanti juga ketahuan apakah  nilai yang kita miliki sesuai dengan sekolah yang dipilih. Bekas diberikan jika anak sudah ketahuan diterima di sekolah tersebut,” cetus Vivi yang diamini oleh orang tua lainnya.

 

Editor : Sulha Handayani