• News

  • Peristiwa

Kasus Penjualan Aset, Bareskrim Periksa Mantan Dirut Pertamina

Bareskrim Mabes Polri.
Bareskrim Mabes Polri.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan korupsi penjualan aset PT Pertamina pada 2011. Dalam kasus ini penyidik Dirtipikor tengah memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, Selasa (25/7/2017).

Kepala Subdirektorat V Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Indarto mengatakan, Karen diperiksa sebagai saksi.

"Benar (diperiksa), yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi," kata Indarto, Selasa (25/7/2017).

Selain memeriksa Karen, Indarto mengatakan, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan mantan Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Pertamina Waluyo sebagai saksi dalam kasus yang sama.

Waluyo merupakan pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Oktober-Desember 2009.

Indarto menuturkan, aset yang dijual oleh Pertamina ini berupa tanah seluas 1.088 meter persegi di daerah Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penyidik telah menggeledah Kantor Pertamina dan menyita sejumlah barang bukti di antaranya dokumen penjualan tanah.

Berdasarkan hasil analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian negara akibat kasus korupsi ini mencapai Rp 40,9 miliar. "Perhitungan Kerugian Negara dari BPK senilai Rp 40,9 miliar," ujar Indarto.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan Senior Vice President Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penjualan aset PT Pertamina pada 2011.

Kasus ini mulai diselidiki Bareskrim pada Desember 2016, kemudian naik ke tahap penyidikan pada awal 2017.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli