• News

  • Peristiwa

KLHK Pastikan Presiden Joko Widodo Buka Pekan Perubahan Iklim

Kementerian Lingkungan Hidup pastikan Presiden hadiri PNPI.(Ilustrasi: Setgab)
Kementerian Lingkungan Hidup pastikan Presiden hadiri PNPI.(Ilustrasi: Setgab)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Presiden Joko Widodo direncanakan menghadiri Pekan Nasional Perubahan Iklim (PNPI)  pada 2-4 Agustus.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Masripatin mengatakan,  PNPI merupakan kegiatan tahunan yang digelar sejak jaman Kementerian Lingkungan Hidup bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia. 

“Kali ini akan digabung dengan Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional ) Perubahan Iklim Lingkungan dan rencananya akan dihadiri Presiden," kata Nur Masripatin, seperti dilansir Antara, Rabu, (26/07/2017).

Menurut dia, Presiden akan hadir pada pembukaan Pekan Nasional Perubahan Iklim dan Rakornas Perubahan Iklim yang digelar untuk level Menteri hingga pelaksana teknis tersebut. Sekitar 700 orang diperkirakan akan mengikuti rakornas yang dilaksanakan secara paralel dengan PNPI di Manggala Wanabakti.

Selain rakornas, Nur mengatakan kegiatan paralel lain yang akan dilaksanakan dalam PNPI adalah lanjutan "Kick off Meeting pelaksanaan Nationally Determinded Contribution" (NDC). Sekitar 400 orang diperkirakan akan terlibat dalam pertemuan tersebut.

Nur menjelaskan, hasil dari kegiatan ini, akan menjadi tindak lanjuti rencana aksi pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29 persen di 2030. "Tujuan pelaksanaan PNPI ini memang untuk mengkonkritkan NDC. Wadah untuk menyampaikan langkah konkrit masing-masing Kementerian/Lembaga mengurangi emisi di setiap sektor".

Presiden,  sesuai dengan Nawacita sudah "wanti-wanti" agar Rancangan NDC tidak hanya melihat dari aspek lingkungan saja, tetapi juga aspek ekonomi.

"Ini bukan tidak mungkin, karena sudah banyak riset dan informasi dari negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) membuktikan aspek lingkungan bisa sejalan dengan ekonomi," ujar Nur.

 

 

 

 

 

Editor : Sulha Handayani