• News

  • Peristiwa

Penguatan Pendidikan Karakter Sangat Mungkin Diterapkan di Merauke

TNI mengajar di salah satu sekolah di Merauke, Papua.
Kabar Papua
TNI mengajar di salah satu sekolah di Merauke, Papua.

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Pengawas Sekolah dari Kabupaten Merauke, Muhamad Yusuf Pohan mengapresiasi gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Menurutnya, kegiatan ini selain sangat baik, juga dianggapnya sangat mungkin diterapkan di Merauke.

"Sebenarnya selama ini sudah dilakukan beberapa, namun belum terdesain atau terencana, dan terdokumentasi dengan baik," ujar Yusuf yang sudah 30 tahun bertugas di Papua, seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (27/7/2017).

Pernyataan ini disampaikan Yusuf saat Kemendikbud melatih sebanyak 110 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Pengawas jenjang pendidikan dasar di Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai bimbingan teknis implementasi PPK di kota Jayapura.

Sejak 2016, Kemendikbud juga telah melakukan sosialisasi dan pelatihan PPK kepada 538 sekolah di 34 provinsi. Pada 2017, Kemendikbud juga lebih gencar melakukan sosialisasi PPK melalui berbagai pelatihan, bimbingan teknis, pengimbasan, rapat koordinasi, maupun forum Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini pemerintah sedang membuat Peraturan Presiden (Perpres) program PPK yang telah dibahas rancangannya pada 19 Juli 2017 lalu.

Muhadjir menambahkan, nantinya setiap sekolah wajib menerbitkan dua rapor untuk memantau perkembangan siswa. Pertama untuk penilaian akademik intrakulikuler dan rapor berikutnya berupa rekaman aktivitas siswa yang berupa narasi deskrptif untuk menceritakan tingkat perkembangan siswa dari tingkat SD sampai SMA.

"Nanti akan diatur di Pepres, apakah nanti sifatnya pilihan atau bertahap kita akan lihat, saat ini kita sedang godok masalah itu," tukas Menteri Muhadjir.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang