• News

  • Peristiwa

Ini Cara Kemendikbud Tanamkan Nilai Karakter Anti Korupsi

Mendikbud Muhadjir Effendy.
Netralnews/Martina Rosa
Mendikbud Muhadjir Effendy.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai, pendidikan anti korupsi perlu diperkenalkan pada siswa sejak usia dini. Hal tersebut perlu dilakukan, agar pendidikan anti korupsi dapat tertanam ke dalam jiwa peserta didik untuk membentuk karakter integritas yang kokoh.

Mendikbud juga mengklaim, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memasukkan nilai-nilai karakter yang kuat dengan semangat anti korupsi ke dalam muatan mata pelajaran dan kurikulum pendidikan. Pendidikan antikorupsi juga akan digadang agar menyasar satuan pendidikan, sehingga dapat meningkatkan tata kelola dan menjadi lembaga akuntabel.

"Nanti akan disusun dan dikembangkan modul-modul untuk pendidik dan tenaga kependidikan, agar menjadikan sekolah sebagai tempat menumbuhkan karakter integritas yang menjadi salah satu prioritas dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)," kata Mendikbud dalam kesempatan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi antara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dan Kemendikbud, Kamis(3/8/2017).

Pada 6 Oktober 2015, Kemendikbud juga telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian korupsi di lingkungan Kemendikbud dengan mencanangkan Zona Integritas. Pada akhir 2015 juga tercatat, sebanyak 99 persen pejabat di lingkungan Kemendikbud yang telah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Negara (LKHN). Sebanyak 13.893 pegawai juga seluruhnya telah ditetapkan sebagai pegawai wajib lapor Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) dan sebanyak 87 persen telah menyampaikan LHKASN.

Sedangkan dalam upaya pengendalian seluruh kegiatan gratifikasi, telah didirikan pula Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) yang menjalin koordinasi dengan KPK. Masyarakat juga dapat melakukan pelaporan penyimpanan (whistle blowing system) Kemendikbud di kanal Posko Pengaduan Inspektorat Jenderal, yakni pengaduan.itjen.kemdikbud.go.id.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang