• News

  • Peristiwa

Indonesia Punya 646 Bahasa Daerah, Ini Kiat Kemendikbud untuk Lestarikan

Mendikbud Muhadjir Effendy beserta jajarannya mengenakan busana daerah.
Netralnews/Martina Rosa
Mendikbud Muhadjir Effendy beserta jajarannya mengenakan busana daerah.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dadang Sunendar mengatakan, Badan Bahasa secara resmi mengidentifikasi ada sebanyak 646 Bahasa Daerah di seluruh Indonesia. Namun, jumlah ini, kata Dadang diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan identifikasi yang terus dilakukan oleh Kemendikbud.

Kata Dadang, proses identifikasi bahasa memang memerlukan proses panjang, diantaranya membutuhkan waktu, tenaga, berbagai narasumber serta memenuhi standar bahan lainnya.

Karena itu, sebagai salah satu upaya dalam melestarikan bahasa daerah yang ada, Kemendikbud melakukan kegiatan tahunan yakni pemilihan Duta Bahasa Nasional dari seluruh Provinsi di Indonesia. Duta Bahasa Nasional ini adalah para pemuda Indonesia terpilih yang akan menjadi Duta Bahasa seumur hidupnya.

"Mereka akan jadi model panutan terbaik di masyarakat untuk mencintai bahasa daerah dan menguasai bahasa asing. Sehari-hari, Duta Bahasa ini akan membantu Badan Bahasa dalam mengkampanyekan bahasa negara yang jadi elemen pemersatu bangsa," ujar Dadang saat ditemui netralnews.com usai Upacara Kemerdekaan di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (17/8/2017).

Adapun beberapa kriteria dipilihnya Duta Bahasa, kata Dadang adalah sepasang anak muda dari perwakilan tiap provinsi yang memiliki kemampuan Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah serta Bahasa Asing yang memadai. Selain itu juga, dipilih mereka yang memiliki sopan santun, bertanggung jawab dan memiliki komitmen.

Ada berbagai upaya kampanye Bahasa Daerah yang akan dilakukan oleh para Duta Bahasa, salah satu diantaranya menyuarakan pada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengutamakan penggunaan Bahasa Negara di ruang publik. Sebut saja berbagai spanduk dan poster yang beredar dalam Bahasa Asing yang marak saat ini.

"Peraturan perundangannya harus Bahasa Negara dulu. Jadi bukan tidak boleh, tapi utamakan Bahasa Negara karena Bahasa Daerah adalah elemen terkuat pemersatu bangsa," tukas Dadang.

Selanjutnya di Jakarta, dalam beberapa hari ke depan para Duta Bahasa terpilih akan diberikan pembelajaran melalui diskusi terkait teknik kampanye bahasa, berbagai ilmu pengetahuan, Ideologi Pancasila dan lainnya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang