• News

  • Peristiwa

RAPBN 2018, Kemendikbud Alokasikan Rp 440,9 Triliun

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Sunardi.
Netralnews/Martina Rosa
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Sunardi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Sunardi memaparkan, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Kemendikbud mengalokasikan sebesar Rp 440,9 Triliun untuk fungsi pendidikan. RAPBN ini terdiri dari Rp 146,6 Triliun untuk belanja pusat, Rp 279,3 Triliun untuk transfer ke daerah dan sebesar Rp 15 Triliun sebagai pembiayaan.

Kebijakan pengangaran tersebut, kata Didik, untuk memberikan perhatian yang lebih besar bagi pembiayaan Program Prioritas Nasional bidang pendidikan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018. Dua program yang masuk RKP 2018 adalah penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas guru.

“Kebijakan penganggaran Kemendikbud 2018 ini juga untuk mendukung program prioritas nasional di bidang lain melalui pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Selain itu guna penguatan penjaminan mutu pendidikan yang menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat,” kata Didik, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Lebih lanjut, Didik juga memaarkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana prasarana pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan diprioritaskan untuk daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Selain itu juga, sarana prasarana untuk penambahan akses akan diprioritaskan melalui anggaran transfer daerah.

“Pembiayaan pembangunan kebudayaan juga mulai diselaraskan dengan Undang-undang (UU) pemajuan kebudayaan. Diantaranya dalam fokus warisan budaya dan promosi ke mancanegara,” tukas Didik.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang