• News

  • Peristiwa

Program Indonesia Pintar Jamin Siswa Tak Putus Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy bersama pelajar usai upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI.
Netralnews/Martina Rosa
Mendikbud Muhadjir Effendy bersama pelajar usai upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyasar sebanyak 17,9 juta siswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sekjen Kemendikbud) Didik Sunardi, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Didik menjelaskan, PIP merupakan salah satu upaya Kemendikbud meningkatkan akses bagi anak usia enam hingga 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah. Ini juga mampu mendukung pelaksanaan pendidikan menengah universial atau rintisan wajib belajar 12 tahun.

“PIP juga akan meringankan biaya personal pendidikan dan mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi,” sambung Didik.

PIP juga merupakan program yang mampu menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan agar kembali memperoleh layanan pendidikan di sekolah atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atau satuan pendidikan normal lainnya.

“Penyaluran PIP akan terus dipercepat. Pada 2017 sendiri, sebanyak 48.685 siswa telah mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan akan dilaksanakan uji coba KIP non tunai yakni ATM dan debit untuk memudahkan pencairan bantuan oleh peserta didik,” tukas Didik.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang