• News

  • Peristiwa

Rapor Karakter Sedang Digodok di Kemendikbud, Namanya Masih Rahasia

Mendikbud Muhadjr Effendy. (Dok: Suara Muhammadiyah)
Mendikbud Muhadjr Effendy. (Dok: Suara Muhammadiyah)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Presiden Joko Widodo masih menggodok Perpres Pendidikan Karakter dengan Kementerian terkait, Kemendikbud juga melakukan hal sama untuk membahas rapornya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang membahas rapor karakter yang berisi portofolio kegiatan siswa dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Ini yang sedang digodok, jadi rapor ini semacam daftar kegiatan siswa yang sifatnya ekstrakurikuler," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, dalam siaran persnya, Senin (21/08/2017)

Muhadjir menjelaskan bahwa nantinya rapor yang diterima siswa ada dua yakni rapor akademik dan rapor karakter yang berisi rekam jejak siswa. Menurutnya, namanya belum ada, masih dirancang Balitbang. Penilaian yang dinilai dalam rapor tersebut yakni bakat, minat, keahlian istimewa, catatan kepribadian yang baik, kepemimpinan, serta sikap positif yang dimiliki anak.

Menurut Mendikbud, anak akan memiliki data kepribadian secara utuh dan itu akan tercatat di Data Pokok Pendidikan. Contoh anak yang hafal Alqur'an dengan rapor ini akan terdata, begitu juga yang memiliki minat pada musik atau olahraga. Sekolah wajib memasukkan data ke Dapodik.

Muhadjir menambahkan, rapor tersebut akan diterapkan secara bertahap, karena menyangkut 200.000 sekolah. Sekolah rujukan akan menerapkan rapor karakter itu duluan. "Nantinya, guru yang akan memberikan penilaian pada rapor karakter itu.”

Selama ini, kata Mendikbud sekolah hanya menilai anak dari sisi akademik saja. Padahal tak semua anak berprestasi di bidang akademik. " Termasuk anak yang selama ini jaga toko itu jangan dikira itu bukan pengalaman yang sangat mahal. Jadi nanti kalau ada bank mau pinjamkan uang bisa dilihat anak ini sudah dilatih berwirausaha sejak kecil karena jaga toko.”

Editor : Sulha Handayani