• News

  • Peristiwa

Ini Jalan Keluar Entaskan Pengangguran Versi Kemendikbud

Kemiskinan mendorong anak terpaksa bekerja di usia dini.
Nusakini
Kemiskinan mendorong anak terpaksa bekerja di usia dini.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemebdikbud) Ananto Kusuma Seta mengatakan, saat ini terdapat sebanyak tujuh juta orang pengangguran di Indonesia. Sebanyak 2,8 juta diantaranya adalah anak SMA dan SMK.

Ananto mengakui, hal tersebut sampai saat ini masih menjadi salah satu Pekerjaan Rumah (PR) besar yang dihadapi Indonesia. Sehingga menurutnya, salah satu cara yang mampu mengentaskan pengangguran adalah anak-anak SMA dan SMK yang harus dibentuk tidak sebagai pencari kerja melainkan sebagai pencipta dari lapangan pekerjaan itu sendiri.

"Anak SMA dan SMK harus banyak dibekali kemampuan inovasi dan wirausaha. Itu yang jadi fokus, tujuan terutama bagi anak SMKA setelah lulus," kata Ananto saat memberi kata sambutan dalam acara Indonesia Student Company Competition 2017 di Main Atrium Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Sabtu (26/8/2017).

Lebih lanjut Ananto mengatakan bahwa Kemendikbud memberikan penghargaan atas penyelenggaraan Indonesia student Company Competition 2017 yang diselenggarakan oleh Yayasan Prestasi Gemilang Indonesia (YPJGI) sebagai salah satu mitra Kemendikbud. Menurutnya, ajang kompetisi wirausaha dikalangan SMA dan SMK tersebut patut menjadi sebuah tradisi dan budaya yang harus terus menerus digalakan.

Pernyataan ini disampaikan bukan tanpa alasan, pasalnya Indonesia Student Company Competition 2017 dinilai sejalan dengan program revitalisasi pendidikan Kemendikbud yakni sekolah vokasi. Apalagi, tambah Ananto, dunia saat ini "berubah" sangat cepat dengan revolusi industri yang banyak menggantikan tenaga kerja dengan mesin dan robot.

"Jadi urusan inovasi dan wirausaha ini jadi nomor satu. Maka Indonesia Student Company Competition ini menjadi salah satu upaya menggembleng atau di gembleng jadi wirausaha," kata Nanto.

Selain itu, kata Ananto, inovasi dan wirausaha merupakan suatu bagian dari budaya yang memiliki keterkaitan dengan karakter sesuai dengan program yang tengah digalakan Kemendikbud, yakni Penguatan Pendidikan Karaker (PPK).

Sehingga bagi Ananto, hasil inovasi dan wirausaha dalam kompetisi perlu dikawal dan dipatenkan bahkan digandeng industri, selain itu pelakunya dijamin untuk dapat mengenyam pendidikan untuk memperbaiki hasil inovasi yang diciptakan. "Saya harap, hasilnya dapat didokumentasikan dalam satu situs dan dapat menjadi sumber inspirasi," sambung Ananto.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang