• News

  • Peristiwa

Kader GMPG Ini Sebut, Idrus Marham Ngebet Ingin Jadi Menteri, Padahal...

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (beritaenam)
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (beritaenam)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golongan karya Pimpinan Setya Novanto, Idris Marham mendapat serangan balik dari sejumlah aktivis Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Sirajuddin A Wahab.

Dia menyebut, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham ngebet dan sangat berambisi  untuk menjadi menteri dalam pemerintahan kabinet Jokowi-JK. Idrus  juga dinilainya ‘menghalalkan segala cara’ demi ambisinya termasuk tak perduli dengan kondisi Golkar yang terpuruk.

"Apa yang dilakukan Idrus Marham kemarin dalam menyampaikan berita pemecatan Saudara Ahmad Doli Kurnia menunjukkan dia seperti politisi yang tidak punya adab politik," kata Sirajuddin dalam keterangan tertulis, Minggu (3/9/20 7).

Sirajuddin juga menilai, sikap Idrus Marham dalam tiga tahun terakhir ini sudah berubah sangat berlawanan. Idrus menyampaikan berita pemecatan sesaat setelah peluncuran bukunya yang bertajuk "Keutamaan Jokowi" di Gedung DPR RI, Rabu (30/9/2017).

Lanjut dia, padahal pada tahun 2014 silam, Idrus juga memecat Agung Laksono (AL) dan kawan-kawannya yang sebagian besar adalah pimpinan Kosgoro 1957. Alasannya, karena saat itu Agung Laksono mendukung Jokowi-JK sebagai pasangan capres-cawapres.

Kini , lanjut Sirajuddin , Idrus Marham kembali memecat Doli dalam suasana memuja-muji Jokowi setinggi langit. Padahal, dalam pilpres yang lalu, Idrus menjelek-jelekkan Jokowi dan malah memecat pendukungnya. Karena, saat itu Idrus sebagai tim sukses inti pasangan Prabowo-Hatta, uarai Sirajuddin menyindir pria asal Sulawesi Selatan itu.

"Hal itu dia lakukan karena sangat berambisi untuk diangkat jadi Menteri dalam isu reshuffle kabinet akhir-akhir ini. Padahal, dulu dia juga pernah mengatakan ke publik, bahwa dia hanya akan mau jadi Menteri bila Presidennya adalah Aburizal Bakrie," ungkit Sirajuddin.

Menurut Sirajuddin,  sikap Idrus Marham juga aneh dan kontradiktif dalam hal pemberantasan korupsi. Bicara tentang "Keutamaan Jokowi", Idrus mengatakan, salah satu keutamaan Jokowi adalah sangat tegas dan kuat dalam memberantas korupsi.

Idrus Marham  saat ini berada di barisan terdepan membela Setya Novanto yang sudah resmi menjadi tersangka  dalam skandal  korupsi  proyek pengadaan kartu penduduk berbasis Elektronik (e-KTP). Nasibnya pun tinggal menghitung hari.

Sirajuddin menegaskan, tampak dengan jelas ada ketidakkonsistenan dan kemunafikan antara pikiran, ucapan, dan tindakan Idrus Marham. Sekjen Golkar itu dianggapnya menghalalkan segala cara untuk hanya memenangkan kepentingan pribadi.

"Golkar rusak citranya, merosot elektabilitasnya, dan dianggap bunker koruptor, Idrus tidak perduli dan merasa nyaman-nyaman saja," ujarnya.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono