• News

  • Singkap Budaya

Ingin Tahu Suku Misterius, Bermata Biru dan Pemakan Daging Mentah? Ini Dia!

Gadis suku Lingon di Halmara Maluku
rifa
Gadis suku Lingon di Halmara Maluku

MALUKU UTARA, NETRALNEWS.COM - Ada satu kekayaan, sekaligus kehebatan dalam kemajemukan bangsa ini adalah bahwa di dalam suku-suku yang begitu banyak di Nusantara ini ada keunikan, keistimewaan, tetapi sekaligus juga penuh misteri. Salah satu keunikan, keistimewaan sekaligus penuh misteri dari suku-suku itu adalah suku Lingon.

Suku Lingon adalah salah satu suku di Indonesia yang terkenal dengan misterinya, yang lambat laun mulai terungkap. Lingon ini merupakan suatu komunitas suku bangsa, yang tinggal dan hidup di daerah pedalaman hutan Halmahera Timur, Indonesia.

Keberadaan suku Lingon di daerah trepencil ini, mengundang banyak rasa penasaran dan tanda tanya masyarakat, karena keberadaannya yang sangat misterius. Seperti halnya juga dengan penulis, dimana keberadaan suku ini sudah penulis paparkan sedikit pada Netralnews beberapa minggu lalu.

Namun, karena ada sejumlah keunikan dan keistimewaan sekaligus penuh misteri itulah yang membuat penulis, sekaligus pambaca untuk mengetahuinya secara lebih detail dan mendalam tentang suku Lingon ini.  

Sejarah Asal-usulnya

Suku Lingon adalah sebuah suku yang unik sekaligus penuh misteri di Pulau Halmahera Timur. Pulau Halmahera Timur yang memiliki luas tanah 17.780 km² (6.865 mil persegi) ini, merupakan sebuah pulau terbesar yang ada di Kepulauan Maluku. Pulau ini merupakan bagian dari provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pulau ini juga sering disebut sebagai Pulau Jilolo atau Gilolo.

Mengenai darimana asal usul suku Lingon ini sebenarnya, masih belum dapat dipastikan secara akurat, karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti dari mana suku ini berasal. Jika dilihat dari karakteristik fisik yang dimiliki oleh masyarakat Lingon ini, diperkirakan bahwa suku ini datang dari daratan Eropa.

Sebuah cerita rakyat mengatakan bahwa sekitar 300 tahun yang lalu, ada sebuah kapal yang tenggelam di dekat perairan Halmahera. Kapal tersebut diduga berasa dari daratan Eropa. Akibat peristiwa tersebut, beberapa penumpang yang selamat terdampar di pulau Halmahera, dan tidak bisa kembali ke tempat asal mereka, sehingga mereka akhirnya memilih untuk menetap di pulau tersebut.

Saat tiba di suatu daerah di pulau Halmahera ini, mereka sempat bertemu dengan suku-suku lainnya yang sudah terlebih dahulu menetap di sana. Nah, pertemuan mereka ini akhirnya menciptakan sebuah perseteruan, untuk mendapatkan tempat tinggal di daerah tersebut.

Namun karena mereka tidak memiliki senjata untuk melawan, akhirnya mereka pun memilih mundur dan pergi mencari daerah lain untuk tinggal. Dan akhirnya mereka mendapatkan tempat yang cocok, yaitu di tengah pedalaman hutan Halmahera Timur. Di sinilah mereka kemudian membangun permukiman, dan membentuk sebuah komunitas masyarakat, yang disebut dengan Suku Lingon.

Setelah mereka menetap di wilayah ini selama ratusan tahun, budaya asli mereka yang berawal dari Eropa berangsur angsur mulai pudar dan berubah. Mereka mulai beradaptasi dengan budaya primitif setempat. Kepercayaan merekapun akhirnya beralih ke kepercayaan setempat, dengan mengamalkan segala hal animisme dan dinamisme.

Meskipun adat atau budaya asal mereka lenyap, namun ciri khas pribadi mereka sebagai orang Eropa, khususnya dari mata mereka yang biru, tidak pernah hilang. Karena terjadi perkawinan campur antara mereka para pendatang itu dengan penduduk setempat memang melahirkan keturunan yang berubah warna kulit seperti hitam manis atau hitam agak gelap. Tetapi, mata biru mereka tidak bisa berganti atau berubah menjadi mata orang Indonesia asli. 

Keunikannya yang misterius

Lalu, apa keunikan sekaligus misteri yang mereka miliki atau yang ada pada mereka? Keunikan bolehlah dapat dilihat dari mata mereka yang biru dan kulit mereka yang agak putih kebarat-baratan, tetapi juga ada yang sudah mulai ketimur-timuran.  Namun, di mana letak misteriusnya?

Suku Lingon ini dianggap misterius, karena keberadaannya sekarang masih belum diketahui dengan pasti. Belum ada yang bisa memastikan apakah suku unik ini masih ada atau sudah punah atau mungkin sudah berbaur dengan suku-suku lainnya.

 Tapi yang pasti, suku Lingon ini tidak berasal dari ras weddoid, melanesia, polinesia, ataupun mongoloid seperti kebanyakan penduduk yang tinggal di Halmahera. Mereka memiliki perjalanan sejarah yang unik dank has.

Dari berbagai penelitian antropologi, suku Lingon ini adalah suku yang termasuk dalam ras kaukasoid, yang merupakan ras Orang Eropa, sehingga tampilan fisik mereka lebih menyerupai orang Eropa dibandingkan dengan orang Indonesia.

 Wah, kalau tampilan fisik mereka mirip dengan orang-orang Eropa, dapat dipastikan bahwa mereka memiliki wajah yang cantik dan tampan. 

Karena Orang-orang suku Lingon ini memiliki tampilan fisik seperti orang Eropa, maka dapat digambarkan bahwa suku ini memiliki tubuh yang tinggi, kulit putih, rambut pirang, dan mata yang berwarna biru atau hijau.

Meskipun mirip dengan orang Eropa, beberapa diantara suku ini juga ada yang mirip dengan masyarakat Asia Tenggara, yang memiliki rambut berwarna hitam. Akan tetapi, hingga saat ini, populasi suku Lingon ini masih menjadi sebuah misteri yang belum bisa terpecahkan.

Eksistensinya

Dahulu kala, suku ini sering mendapatkan ancaman maupun gangguan dari suku Togutil, yaitu salah satu suku yang hidup di pesisir pantai. Suku Togutil ini dikabarkan suka menculik wanita dari suku Lingon, karena memiliki paras yang cantik, layaknya orang-orang Eropa. Populasi suku ini sampai sekarang belum diketahui karena diperkirakan bahwa keberadaan mereka hampir punah.

Keberadaan suku Lingon ini dianggap sangat berbahaya oleh beberapa suku setempat, yang juga tinggal dan hidup di wilayah tersebut. Mereka menganggap suku ini sangat berbahaya, karena diduga memiliki ilmu sihir, sehingga membuat suku lain menjadi sangat ketakutan.

Suku Lingon ini juga memiliki kebiasaan memakan daging mentah. Beberapa penjelajah Maluku mengatakan bahwa mereka sempat bertemu dengan suku Lingon yang memiliki mata indah berwarna biru di Pulau Halmahera, Maluku.

Keunikannya

Karakteristik bermata biru yang dimiliki suku Lingon ini, menjadikan suku ini sebagai suku Indonesia yang unik. Kenapa unik? Karena, seperti yang kita semua tahu, masyarakat di Indonesia terlahir dengan mata yang berwarna gelap, seperti hitam, atau kecoklatan.

Tapi hal yang berbeda terjadi pada Suku Lingon yang Misterius ini. Mereka tinggal di wilayah Indonesia, tapi memiliki warna mata yang berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya. Warna mata berwarna biru yang dimiliki oleh suku ini, malah lebih mirip dengan masyarakat dari Benua Eropa.

Akan tetapi, meskipun mereka berbeda, mereka tetap menjadi bagian dari keluarga Indonesia, sehingga keberadaan mereka perlu ditelusuri dan biarkan mereka sampai punah dan tinggal nama. Itu tidak boleh terjadi.

Kalau keberadaan suku Lingon ini sampai punah, jelas itu merupakan suatu kerugian besar bagi negeri. Karena keberadaan dan kehadiran mereka sungguh menambah kekayaan bagi bangsa ini. Bukan saja kerugian yang kita terima, tetapi sebenarnya juga merupakan dosa besar yang dipikul bangsa ini.

Itu tidak boleh terjadi. Kita memiliki kementerian dan departemen yang bisa menangani dan mencegah agar tidak terjadi sesuatu dengan suku Lingon ini, kerena mereka adalah anak-anak bangsa ini yang memiliki hak dan kewajiban sebagai bangsa yang merdeka untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmurannya.

 

 

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Dari berbagai sumber