• News

  • Singkap Budaya

Makhluk Misterius di Tanah Dayak, Gajah Bukan, Harimau Bukan, Ayam Bukan

Lembuswana si makhluk misterius
topikhits.blogspot
Lembuswana si makhluk misterius

KUTAI, KALIMANTAN TIMUR, NETRALNEWS.COM - Apakah anda percaya kalau di dunia ini, khususnya Kalimantan Timur, ada makhluk atau hewan aneh dan penuh misterius, yang tidak bisa diidentifikasi dengan makhluk apa pun, gajah bukan, harimau bukan dan ayam juga bukan?

Atau seekor makhluk gaib yang sering dikatakan dalam cerita, seperti ini, berbelalai bukan gajah, bertaring bukan harimau, bertaji bukan ayam?  Legenda kemunculannya di Sungai Mahakam ratusan tahun silam menjadikannya simbol Kerajaan Kutai Kartanegara.

Sosok berwarna keemasan nan berkilau ditempa matahari itu seperti yang dipaparkan Yamin dalam National Geograpic Indonesia yang menjadi dasar tulisan ini, menjadi ikon penanda di halaman depan Museum Mulawarman, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Patung satwa itu berbadan kuda yang berisisik dan bertaji.

Taringnya yang menghunus ganas yang mengapit belalai itu muncul dalam legenda masyarakat setempat. Namanya Lembuswana, sang penguasa Sungai Mahakam yang bersemayam di palung sungai itu.

Patung Lembuswana tersebut merupakan karya seniman Burma pada pertengahan abad ke-19. Namun, baru menghias pelataran kedaton Kutai Kartanegara sejak awal abad ke-20. Itu dijaga dan dirawat sebagai makhluk misterius yang dijadikan simbol kota Kutai Kartanegara.

Kemunculan Lembuswana ini kerap dihubungkan dengan kisah lahirnya Putri Karang Melenu yang muncul bersama satwa mitologi itu dari dasar Sungai Mahakam. Kelak sang putri menikah dengan Raja Aji Batara Agung Dewa Sakti. Dari sang putri itu dilahirkan penerus dinasti raja-raja Kutai Kartanegara.

Leluhur warga Kutai mempercayai bahwa Sang Lembuswana merupakan tunggangan Mulawarman, yang bertakhta sebagai raja Kutai sekitar 1.500 tahun silam.

Tampaknya mirip dengan sebagian besar penganut Shiwa di Nusantara, bahwa lembu merupakan kendaraan Dewa Shiwa: Raja Majapahit pun dilambangkan sebagai Shiwa pula.

Satwa mitologi ini telah menjadi simbol keperkasaan dan kedaulatan seorang penguasa. Unsur belalainya menandakan bahwa satwa ini juga perlambang sosok Ganesha, Dewa Kecerdasan.

Selain di Museum Mulawarman, patung Lembuswana raksasa juga menghiasi Pulau Kumala, tempat rekreasi di tengah Sungai Mahakam.

Lembuswana telah meretas masa, dari zaman kerajaan Hindu tertua sampai kasultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, namun makna bagi warga Kutai tetap tidak berubah bahwa sosok ini mengikhtisarkan pula pemimpin yang mulia seharusnya juga mengayomi rakyat.

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : National Geographic Indonesia