• News

  • Sisi Lain

Kisah Seram Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu

Rumah kontrakan berhantu
bintang
Rumah kontrakan berhantu

Berita Terkait

Sampai hampir pertengahan bulan kami sekeluarga tidak pernah membicarakan tentang rumah kontrakan kami, tapi pada suatu malam sebelum tidur saya cerita kepada kakak pertama dan ibu saya tentang kejadian aneh serta perasaan diamati setiap waktu karena sudah merasa tidak tahan lagi, dan ternyata mereka merasakan hal yang sama tapi tidak berani mengungkapkannya.

Saat itu kami cerita sampai larut malam namun tak disangka kakak kedua saya (yang saat itu sedang tidur di ruangan depan) berlari dari kamar tidurnya sambil menangis dan gemetar hebat.  Kami pun panik. Segera dia meringkuk ketakutan sambil dipeluk ibu. 

Sambil terbata dan menangis dia bercerita kalau saat setengah terlelap dia merasa badannya berat, saat membuka mata ternyata ada kakek dengan wajah putih pucat, kumis dan jenggot tebal sedang berdiri di atas perutnya kemudian menciumi wajahnya. Wuiiihh, kalau dicium cowok ganteng, mendingan gitu, malah minta dicium terus sambil pelukan.

Tenggorokan tercekat tidak bisa bicara maupun bergerak, kumis dan jenggot kakek itu berasa nyata sekali di wajah, kemudian dia melihat pohon beringin besar yang rimbun sekali berada di atas kepalanya. 

Saat semuanya hilang barulah dia bisa bergerak dan langsung ngibrit. Tidak sampai sebulan kami langsung pindah dari rumah kontrakan ke rumah sendiri yang belum selesai direnovasi, tapi sudah cukup layak untuk ditinggali.

Pada bulan November atau Desember tahun kemarin penyewa rumah kontrakan yang baru (setelah kami) datang bertamu bertanya tentang rumah kontrakan tersebut, tapi ibu berusaha untuk tidak membahas kejadian mistis yang kami alami biarlah kami saja yang tahu.

Kami hanya yakin bahwa mereka juga mengalaminya. Buktinya, mereka yang baru mengontrak rumah berhantu itu hanya bertahan 1 bulan saja, setelah itu mereka pindah lagi ke kontrakan lain.

Memang, rumah kontrakan itu benar-benar berhantu, pikirku.

Sumber: Ceritahantu.com

 

Editor : Thomas Koten