• News

  • Sisi Lain

Pesan Gaib Sang Kakek Sebelum Kecelakaan Maut Hantar Ajal Sang Cucu

Salah satu kendaraan roda empat yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang Km 8, Sendangadi, Mlati, Sleman
Foto: Antara
Salah satu kendaraan roda empat yang terlibat kecelakaan di Jalan Magelang Km 8, Sendangadi, Mlati, Sleman

SLEMAN, NETRALNEWS.COM - Peristiwa Kecelakaan maut yang merenggut nyawa 4 remaja asal Semarang di Jalan Magelang Km 8 Sendangadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menjadi sorotan warganet di sosial media.

Pasalnya, kecelakaan itu benar-benar menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Duka mereka tercermin dari ekspresi dan resmpons anggota keluarga. Namanya kecelakaan, pastinya membuat hati miris tak terkira.

Dilansir Kumparan.com, salah satu kakek korban tewas dalam kecelakaan itu, Kasmidi, walau mengaku ikhlas atas kematian cucu laki-lakinya Muhammad Rizki Badru Tamam (19), namun tetap saja, namanya cucu, ada yang tetap mengganjal di hati.

Sebenarnya, empat hari sebelum kematian cucunya, Kasmidi mengaku memiliki mimpi yang bisa dibilang sebagai fenomena gaib atau firasat buruk yakni bermimpi gigi bawahnya tanggal. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, mimpi gigi tanggal adalah pesan gaib pertanda akan ada orang yang terdekat kita meninggal dunia.

"Iya kemarin-kemarin saya bermimpi gigi bawah saya ada yang copot satu, kata istri saya bakalan ada salah anggota keluarga yang meninggal," ujar dia saat ditemui kumparan, Sabtu (3/10/20).

Bagaimana tidak, kepergian cucunya itu dinilai sangat mengejutkan. Tak ada yang menyangka sang cucu akan pergi mendahuluinya. Terlebih lagi sikap Tamam yang sempat meminta kamar tidurnya untuk direnovasi.

"Iya kamarnya minta dibagusin, hari ini sudah selesai direnovasi eh malah ada kejadian ini," tutur dia.

Menurut dia, cucunya adalah seorang pekerja keras. Dia juga memiliki kepribadian yang baik dan sayang keluarga.

"Anaknya rajin kerjanya. Kemarin saja pamit katanya mau piknik ke Jogja," lanjut dia.

Sementara kerabat korban selamat atas nama Wirangga Arrazi (16) yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat terpukul dengan kejadian nahas ini. Apalagi Wirangga masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Iya belum sadar sampai sekarang katanya, katanya luka-luka tapi saya tidak tahu pasti," ungkap dia.

Dia mengaku tidak memiliki firasat apa pun tentang kepergian keponakannya itu.  

"Tidak ada firasat apa pun, Wira juga tidak ngomong atau tidak minta izin pergi ke Jogja," kata dia.

Dia juga mengaku heran dengan pihak rental mobil karena mengizinkan keponakannya menyewa mobil meskipun tidak memiliki KTP ataupun SIM.

"Rencana besok kami mau ketemu, saya juga lagi penasaran, kok bisa pihak rental menyewakan mobilnya padahal dari rombongan keponakan saya tidak ada jaminan khusus, tidak ada yang punya SIM juga," tandas dia.

Respons Netizen

Di sosial media, banyak warganet menyoroti peristiwa tragis tersebut. Akun FB @Mak Lambe Turah salah satunya yang tampak ikut sedih dan ikut membagikan tautan dan cuitannya ramai ditanggapi netizen.

Mak Lambe Turah: Ternyata mobil rental, Yang sabar kek...

Wijayanto Hioe: mau nanya, itu yg ganti mobilnya siapa ya? Penyewa kah? Atau sdh asuransi? Kasian jg pemilik rental.mobil nya itu

Aurora Force: Koq banyak yg nyalahin pihak rental nya pdhl kecelakaan

Eric Krisley: Media Indonesia: #yang diulas firasat,pertanda,perasaan,angker, Media luar: #penyebab, analisa kejadian

Keterangan aparat

Sementara itu, sebelumnya dilansir Infomenia.net, kecelakaan maut terjadi di jalan lintas Sleman-Magelang KM 7,8, Daerah Istimewa Yogyakarta, antara dua mobil, Sabtu pagi, (3/10/2020). Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.

Dalam video pascakejadian yang beredar di media sosial, terlihat kondisi kedua mobil  terguling dalam kondisi remuk.

Yang satu, sebuah mobil jenis Mobilio warna merah, dengan nomor polisi (nopol) H 8571 RG, hancur di pinggir jalan. Pengendaranya tergeletak tak bergerak.

Mobil satunya, sebuah Mitsubishi Xpander warna hitam dengan nomor polisi B 2004 BZP, juga hancur lebur di tengah jalan. Kaca depan dan sampingnya pecah semua.

Diduga mobil Mobilio melaju dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan dari arah utara menuju selatan. Pengemudinya diduga mabok.

"Korban meninggal dunia," ujar seorang perekam.

Menurut keterangan Kapolsek Mlati, Kompol Hariyanto, karena kehilangan kendali saking kencangnya, mobil Mobilio itu kemudian menarak pembatas jalan di tengah, lantas terlontar ke ruas jalan sebelahnya dan menghantam mobil Xpander.

"Seluruh korban tewas adalah yang berada di dalam mobil Mobilio," jelas Hariyanto.

Mobil jenis Mobilio itu sendiri berisi tujuh orang. Tiga lainnya luka-luka parah dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara, orang di dalam mobil Xpander mengalami luka-luka dan juga dirawat di RS Universitas Gadjah Mada. Sedangkan korban tewas dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY.

Editor : Taat Ujianto