• News

  • Wisata

Ini Tempat Liburan yang Cocok di Cuti Panjang Pekan Depan

Protokol kesehatan dan CHSE sudah dilakukan di tempat ini.
Dok: Amarterra
Protokol kesehatan dan CHSE sudah dilakukan di tempat ini.

NUSA DUA, NETRALNEWS.COMBali kerap memiliki magnet untuk selalu datang berlibur. Sayangnya, pariwisata di Bali berdampak paling buruk selama pandemi Covid-19 ini. Namun, perlahan tapi pasti, industri di sana mula bergeliat dan meyakinkan para wisatawan agar tak takut datang ke Bali.

Penerapan protokol kesehatan sangat diperhatikan oleh para pengelola tempat wisata termasuk penginapan atau hotel. Sebut saja di Amarterra Villas Bali, pengecekan protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik.

Pertama apabila tamu melakukan chek in begitu masuk ke depan security melakukan pengecekan suhu. Lalu  mereka dapat melakukan dua alternatif chek in di lobi, dan satu bisa langsung ke villa. Karena  bisa melakukan check  di sana sehingga sangat aman bagi tamu.

Semuanya  dilakukan agar tidak ada interaksi antara manusia dengan manusia di situ, karena sudah melakukan online chek in.  Yang harus dilakukan mereka cukup menyebutkan nama tamunya sendiri setelah itu langsung dianterkan ke vila.

Begitu diantarkan, di vilanya  petugas memberikan penjelasan mengenai protokol kesehatan dan juga bagaimana hotel ini telah menerapkan clean, healty, safety, environment (CHSE) seperti yang diminta pemerintah, sehingga tamu benar-benar merasa aman dan nyaman selama menginap di sini.

Director of Sales & Marketing Armaterra Villas Bali Michael Bowden Affandy, menjelaskan sebelum ada tamu pihaknya melakukan pembersihan, dalam satu hari dua kali. Begitu juga ketika ada tamu keluar melakukan pembersihan termasuk semua bagian yang disentuh oleh tamu seperti handling door-nya yang sering dipegang para tamu, lalu untuk bath up-nya, water sink-nya yang ada di westafel. Hotel melakukan pembersihan dalam semua area tersebut.

"Konsep kita sendiri kan vila dan  tamu yang kita batasi adalah untuk vila itu sendiri kita ada one bedroom, two bedroom dan three bedroom. Untuk one bedroom itu maksimal hanya untuk empat orang tamu jadi dua orang dewasa dan dua anak itu untuk di one bedroom. Dan untuk two bedroom itu maksimal untuk empat orang dewasa dan empat anak. Untuk three bedroom itu untuk di enam dewasa dan enam anak. Jadi kalau tamu yang ingin berkunjung itu kita maksimalkan segitu aja, tidak bisa tamu lain masuk. Jadi yang menentukan dari kapasitas vilanya," tutur Michael, Rabu, (21/10/2020).

Ia menambahkan kalau secara keseluruhan okupansi  dimaksimalkan di 80 persen dari daya tampung. Tapi jangan khawatir karena konsep vila itu di antara masing-masing vila yang satu dengan vila yang lain tidak berdekatan jadi tamu itu tidak ada berinteraksi dengan tamu lain.

“Kebanyakan memang di era normal, tamu itu lebih banyak di vila itu sendiri dan tidak melakukan aktivitas di luar. Jadi di vila itu kita sudah ada  private pool-nya dan semua fasilitas di situ, jadi tamu tidak ada rasa khawatir untuk itu,” ungkap Michael.

Selain itu, pihak vila juga sudah melakukan clean, healty, safety, environment (CHSE) audit yang dilakukan pemerintah. “Nah itu yang harus dilakukan karyawan dan dia harus melakukan semua equipment yang harus diwajibkan dalam era normal baru seperti ini, menggunakan masker contohnya, lalu menggunakan hand glove dan semua aktivitas itu harus menggunakan hand glove  terutama karyawan yang melakukan interaksi dengan tamu dan satu lagi yang menyiapkan makanan. Jadi apapun untuk breakfast  untuk lounge, semua menggunakan sarung tangan agar tidak ada ancaman yang membahayakan Covid ini. Jadi kita preventif-nya seperti itu.”

Untuk penyajian makanan, pihak hotel menghimbau tidak melakukan buffet sama sekali, karena setiap tamu akan mengambil makanannya itu sendiri, tapi karena ini konsepnya di vila, melakukan semuanya itu ala card.

“Seminimal mungkin kita menjauhkan interaksi antar tamu, tamu dengan pegawai kita dan semunya sudah kita atur sedemikian rupa menjalankan protokol kesehatan, termasuk CHSE yang diterapkan pemerintah,” tandas Michael.

Michael menambahkan, hotel ini belum pernah tutup sama sekali selama pandemi karena itu karena konsepnya adalah private dan pihak pengelola juga tidak menyarankan ada kerumunan banyak orang di sini.

"Okupansi selama pandemi amat menyedihkan, apalagi bulan Mei dan Juni  itu awal-awal di mana internasional ditutup karena memang di sini di area Nusa Dua ini, untuk internasional. Itu benar-benar sangat menyedihkan tapi sekarang mulai beranjak naik tapi belum signifikan karena domestik aja yang bisa kita andalkan untuk di sini dan kita harapkan juga dari pemerintah agar bisa memberikan kejelasan juga untuk ke depannya seperti apa. Karena memang domestik ini cukup baik untuk di Bali sendiri, semoga kita bisa mendapatkan lebih banyak lagi domestik yang bisa ke Bali."

 

Editor : Sulha Handayani