• News

  • Wisata

Sepi di Uluwatu, Sampai Kera pun Menunggu Wisatawan

Suasana sepi di  kawasan wisata Pura Uluwatu.
Netralnews
Suasana sepi di kawasan wisata Pura Uluwatu.

ULUWATU, NETRALNEWS.COM - Berwisata ke Bali belum lengkap rasanya jika tak berkunjung ke beberapa puranya. Rata-rata pura di Bali selalu dikelilingi alam yang indah.

Salah satuya adalah Pura Uluwatu. Mungkin Anda masih takut untuk mengadakan pejalanan atau wisata ke luar kota. Padahal, seperti di Bali, sebagai tempat wisata telah menerapkan clean, healty, safety, environment ( CHSE), yaitu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan hidup dalam tempat-tempat wisata untuk memastikan keamanan wisatawan.

“Kita menerapkan protokol kesehatan di sini yang pasti kita wajib pake masker, cuci tangan kalau bisa kita cuci tangan setiap menit, jaga jarak dan jangan lupa selalu pake hand sanitaizer,” tutur pawang kera di pura Uluwatu I kadek Satya Adi Gunawan, Rabu, (21/10/2020).
 
Satya menambahkan sejak masa pandemi covid-19 tempat ini tutup pada Maret, dan saat ini pengunjung sudah ada peningkatan.  “Tapi dari September belum terlihat adanya peningkatan dan di tiga bulan setelah telah ada peningkatan. Ini sudah masuk high season dari Agustus nanti sampai Desember."

Ketika Netralnews berkunjung ke Pura Uluwatu, menyaksikan bagaimana pengelola dan petugas kawasan ini begitu menjada disiplin mereka mengikuti semua aturan, mulai mencuci tangan dan menjaga jarak, Bahkan, kain yang digunakan pengunjung cukup sekali pakai dan kemudian dicuci kembali untuk tamu berikutnya.

“Kita menyediakan tempat mencuci tangan di setiap titik, mulai dari pintu masuk di tengah-tengah area kita juga menýediakan dan di pintu luar di atas kita juga menyediakan tempat cuci tangan. Kita akan memperbanyak memasang plang-plang itu, sebelumnya kita juga memasang dan menyediakan tempat cuci tangan tapi karena situasi di sini banyak monyet hal itu kita tidak jalankan sementara mungkin nanti kita akan tambahkan,” tutur Satya.

Meski sepi area di Pura Uluwatu ini selalu disemprot  disinfektan 3 kali seminggu agar bersih dan bebas virus. Begitu sepinya, sampai kera yang biasanya banyak ditemukan di tempat ini, hanya sedikit saja yang terlihat. Beberapa ekor kera asyik hinggap di atas pohon seakan menanti wisatawan datang. Kera yang biasanya isen mengutil kacamata atau aksesoris yang Anda gunakan, saat itu sama sekali tak mengganggung para wisatawan.

Padahal, sebelum Covid-19, tempat ini kerap dikunjungi wisatawan hingga 8000 orang saat peak season. Sementara saat ini rata-rata hanya 100 orang dan paling banyak 250 wisatawan yang datang. Makan tak heran, sejak Maret tidak ada lagi ditemukan pertunjukan Tari Kecak khas kebudayaan Bali.

 

Editor : Sulha Handayani